senjaku...
tak berubah sejak beberapa tahun yang lalu
muram
dinginnya...
melebihi dingin ketika larut malam
begitupun sunyi
lebih dari sepi saat tengah malam...
senjaku...
memang tak lagi seperti dahulu
ketika kami duduk, menikmati tarian lembut sang jingga...
ketika kami duduk, menikmati tarian lembut sang jingga...
entah kapan...
senja yang dulu datang kembali
yang akan berikan lagi sebuah arti
cinta yang pergi, belum tentu telah mati...


0 comments:
Posting Komentar