Pages

Minggu, 08 Desember 2013

Siapa yang Terbaik ?

Terkadang, kita hanya fokus pada satu hal. Kita terlalu sibuk mengurusi orang yang kita suka. Bahkan kita terobsesi padanya!! Sampai-sampai kita rela melakukan apapun untuknya. Menghabiskan waktu untuk membuatnya terkesan. Atau bahkan menggadaikan masa depan demi menunggu dia menyapa. Dialah segalanya menurut kita.

Dan jika ada seorang yang bertanya, "Kenapa kau lakukan ini?". Pasti kita akan menjawab, "Karena dia belahan jiwa, karena dia yang terbaik!".

Kita tak ada waktu sedikitpun melihat hal lain, jangankan orang lain, kita bahkan tak pernah peduli dengan diri kita sendiri. Yang ada dalam benak kita, namanya, namanya, namanya, dan hanya namanya. F@##ing idiot!!

Kemudiam setelah itu, akan datang suatu masa dimana kita akan jatuh. Kita akan terpuruk. Sudah tak mampu lagi menahan lelah, tak sanggup lagi menerima kenyataan bahwa dia tak datang, tak akan pernah datang!! Hati kita patah menerima itu, patah hingga berkeping-keping.

Dan cengengnya, adalah kita akan merasa menjadi seorang yang paling tidak beruntung didunia ini. Menjadi seorang yang paling sedih didunia ini. Menakutkan!! Bagaimana kita bisa berfikir bahwa Tuhan setega itu.

Lalu, disaat kita rapuh, saat kita tak memiliki daya apapun, seseorang akan datang. Ya!! Seorang akan datang. Seorang yang sebenarnya sudah lama kita kenal, tapi sedikitpun kita tidak pernah melihatnya. Karena bagi kita, dia datang dari "different light". Jadi, tak ada waktu untuk menyapanya.

Karena seorang akan datang!! Menawarkan bahunya untuk mengistirahatkan lelah kita, mengulurkan tangannya untuk membopong kita, meminjamkan kaki untuk kita berdiri, membantu jari-jari kita untuk menangkap sisa semangat dalam tubuh lebam kita, membantu menangkap satu per satu nafas kita. Melakukan apapun agar kita merasa besar didunia ini, agar kita sanggup melompati jurang didepan kita. Dia akan menguatkan jari-jari kaki kita, agar kita mampu berjalan dan berlari. Dia akan menjadi apapun untuk kita kembali mampu menatap arogan ke langit. Dan dia akan membantu kita berkata, "Ini bukan waktuku untuk mati!!"

Kita hanya tertegun saat itu. Malu menatap cermin yang selalu memerlihatkan orang bodoh. Kalut tak tau arah, karena mendengar deburan air hujan. Gundah demi mendengar suara petir yang terus menanyakan, "Siapa yang terbaik!!??"

0 comments:

Posting Komentar

 
Copyright 2012 AnganKu. Powered by Blogger
Blogger by Blogger Templates and Images by Wpthemescreator
Personal Blogger Templates